Senin, 19 Oktober 2009

Jurus dan Kemiringan Struktur Bidang Dari Dua Buah Kemiringan Semu

BAB I
PENDAHULUAN

I.1 Maksud dan Tujuan
I.1 Maksud
• Menentukan jurus dan kemiringan struktur suatu bidang
• Menentukan jurus dan kemiringan struktur suatu bidang dari dua buah kemiringan semu pada ketinggian yang sama
• Menentukan jurus dan kemiringan struktur suatu bidang dari dua buah kemiringan semu pada ketinggian yang berbeda
• Menggambarkan proyeksi bidang dalam diagram blok

I.2 Tujuan

• Mengetahui arah gaya suatu deformasi batuan
• Dapat menentukan jurus dan kemiringan struktur suatu bidang
• Dapat menentukan jurus dan kemiringan struktur suatu bidang dari dua buah kemiringan semu pada ketinggian yang sama
• Dapat menentukan jurus dan kemiringan struktur suatu bidang dari dua buah kemiringan semu pada ketinggian yang berbeda
• Mengetahui proyeksi bidang dalam diagram blok








BAB II
KAJIAN TEORI

2.1 Definisi Geologi Struktur
Geologi struktur adalah ilmu yang mempelajari tentang bangun,bentuk dan susunan batuan penyusun kulit bumi yang di hasilkan oleh gerak-gerak yang ada dari dalam bumi. Kenampakan yang di hasilkan oleh gerak-gerak tersebut antara lain struktur lipatan (fold), kekar (joint), patahan/sesar (fault) dan ketidakselarasan (unconformity).
2.2Tujuan Peneliti Geologi Struktur
Merkonstruksi kedudukan litologi yang telah mengalami proses deformasi dengan tujuan :
1. mengetahui arah gaya
2. mengetahui deformasi batuan yang dihasilkan
3. mengetahui penyebaran material alam yang berharga ekonomis
4. mengetahui penyebaran akumulasi minyak di dalam permukaan bumi
5. membantu dalam bidang geologi teknik
6. dan lain-lain

2.3 Tahapan Penelitian Geologi Struktur
Tahapan dalam penelitian geologi struktur di bagi menjadi tiga bagian analisa, meliputi :
A. Analisa Deskriptif
• Mengenal unsur struktur geologi di lapangan
• Mendeskripsikan yang merupakan sifat fisiknya dan geometrinya
• Mengukur kedudukan unsur-unsur struktur ( garis, bidang, sudut )
• Menggambarkan pada peta dan penampang

B. Analisa Kinematik
• Mengamati perubahan yang terjadi pada batuan (deformasi), yang berhubungan dengan pembentukan sruktur, meliputi :
• Mengamati perubahan yang terjadi pada batuan (deformasi ), yang berhubungan dengan pembentukan struktur meliputi :
1. Pergerakan translasi dan rotasi
2. Perubahan bentuk (dilatasi) dan ukuran (distorsi)

C. Analisa Dinamik
• Mempelajari ”penyebab/proses” yang terjadi pada batuan


2.4 Pengertian Gaya
Adanya aktivitas tenaga endogen – tektonik menyebabkan terjadinya deformasi pada kulit bumi. Deformasi pada batuan penyusun kulit bumi menghasilkan bangun kulit bumi yang beraneka ragam.
Perubahan – perubahan tersebut terjadi karena adanya tegasan (Stress) pada kulit bumi.
Gaya adalah vektor yang mempunyai besaran dan arah tertentu dan mempunyai kemampuan untuk mengubah pergerakan (motion) dari suatu benda. Besarnya gaya dinyatakan dalam satuan dyne

2.5 Macam Gaya
Macam – macam gaya yang bekerja pada kulit bumi
1. Tension
Suatu benda disebut terkena gaya tension, jika gaya eksternal yang bekerja saling menarik (PULL APART). Arah gaya saling menjauh satu sama lain.
2. Compression
Suatu benda disebut terkena gaya compression, jika gaya eksternal yang bekerja saling menekan (COMPRESS). Arah gaya saling mendekat.
3. Gaya couple
Gaya couple terdiri dari dua gaya yang seimbang yang bekerja pada bidang yang sama (tetapi tidak pada sisi yang sama), yang arahnya saling berlawanan.
4. Torsion
Torsion dihasilkan oleh twisting. Yaitu jika dua ujung benda diputar dengan arah gaya yang berlawanan pada masing-masing ujungnya.
.
Gambar 1.Macam bentuk gaya : Tension, Compression dan Couple

Gambar 2. Bentuk Gaya Torsion
2.6 Stress dan Strain
Stress (Tegasan) adalah besarnya gaya yang mengenai benda per satuan luas. Tegasan yang bekerja pada sebuah benda berbentuk kubus, arah tegasan yang bekerja tegak lurus permukaan sisi kubus disebut tegasan utama (principal stress).
Apabila hanya ada satu arah tegasan utama yang bekerja pada kubus disebut unia9ial compression. (jika 2 arah : bia9ial compression dan 3 arah : tria9ial compression)
Sumbu tegasan utama yang bekerja pada kubus selalu saling tegak lurus satu sama lain. Strain adalah deformasi yang disebabkan oleh stress
Deformasi tersebut mengakibatkan terjadinya perubahan bentuk (DISTORSION) dan volume (DILATION) tubuh batuan sehingga dapat menghasilkan perubahan posisi (TRANSLATION) dan orientasi (ROTATION).

2.7 Perlapisan miring (bidang miring).
Kedudukan suatu garis dinyatakan dengan bearing dan plunge (penunjaman=inklinasi).
 Bearing yaitu sudut horisontal antara suatu garis dengan koordinat tertentu, biasanya utara selatan.
 Plunge, yaitu sudut vertikal yang di ukur ke arah bawah pada bidang vertikal antara horisontal dan garis.

Kedudukan suatu bidang dinyatakan dengan strike(jurus) dan dip (kemiringan).
 Jurus yaitu bearing dari suatu garis horisontal pada bidang mirig atau arah garis yang di bentuk oleh perpotongan bidang miring dengan bidang horisontal.
 Kemiringan, kemiringan maksimum dari bidang miring atau sudut antara bidang horisontal dan bidang miring yang di ukur vertikal pada arah tegak lurus terhadap jurus.
 Kemiringan semu, yaitu kemiringan bidang miring yang diukur tidak tegak lurus terhadap jurus.

2.8 Data-Data yang di Butuhkan Dalam Pengukuran
Data-data yang harus ada dalam pengukuran true dip adalah :
1. Letak dan kemiringan pengukuran
2. Arah Sayatan tegak dimana apparent dip diukur
3. Besar kemiringan semu


BAB III
METODOLOGI

III.1 Instrumentasi
III.1.2 Alat :
• Pensil
• Penghapus
• Drawing pen 2 warna
• Penggaris panjang
• Busur lingkar 3600
III.1.2 Bahan :
• Kertas HVS 5 Lembar atau sesuai kebutuhan

III.2 Cara Kerja
III.2.1 Menentukan Jurus dan Kemiringan Struktur Bidang dari Dua Buah Kemiringan Semu pada Ketinggian yang Sama
1. Gambarkan rebahan masing-masing bidang yang memuat kemiringan semu sesuai dengan arahnya di titik O dengan kedalaman d sehingga menghasilkan OCF dan ODE
2. Hubungkan titik D dan C. Garis DC merupakan proyeksi horisontal Jurus bidang ABFE : N Z0 E
3. Melalui O buatlah garis tegak lurus DC. Sudut LOK merupakan kemiringan sebenarnya dari bidang ABFE
4. Jadi kedudukan bidang tersebut adalah N Z0 E/a0


III.2.2 Menentukan Jurus dan Kemiringan Struktur Bidang dari Dua Buah Kemiringan Semu pada Ketinggian yang Berbeda (Cara 1)
1. Gambarkan rebahan masing-masing bidang yang memuat kemiringan semu di O dan P sesuai dengan besar dan arahnya sehingga menghasilkan bidang ODE dan PGF
2. Gambarkan lokasi ketinggian 300 meter pada garis OE dengan cara membuat garis tegak lurus OD berjarak 100 meter (r) yang merupakan beda tinggi O dan P yaitu di Q. Proyeksikan Q pada OD sehingga diperoleh Q’. Titik Q merupakan proyeksi Q pada bidang horisontal
3. Hubungkan titik P dan Q, PQ merupakan proyeksi horisontal jurus bidang ABFE pada ketinggian 300 meter
4. Melalui G buat garis tegak lurus PQ’ sehingga memotong di V
5. Ukur VW pada garis PQ’ sepanjang d. Sudut VOW merupakan kemiringan sebenarnya dari bidang ABFE
6. Jadi kedudukan bidang terebut adalah N Z0 E /a0

III.2.3 Menentukan Jurus dan Kemiringan Struktur Bidang dari Dua Buah Kemiringan Semu pada Ketinggian yang Sama
Prinsip yang dipakai adalah menggunakan bidang proyeksi sebagai referensi di atas titik paling tinggi.
1. Plotkan titik O dan P. Melalui titik O dan P ini buat kedudukan arah penampang pengukuran yaitu N90E pada O dan NY0E pada P. Kedudukan garis perpanjangan bertemu di Z.
2. Dari O buat garis tegak lurus ZO, lalu buat garis sejajar ZO berjarak h ( h adalah jarak titik O dengan bidang proyeksi di atas O). Perpotongannya O (letak titik pengukuran O yang sebenarnya ). Demikian juga untuk titik P, buat garis tegak lurus ZP, buat garis sejajar ZP sehingga garis berpotongan di P berjarak T (T adalahjarak titik P dengan bidang proyeksi = d + (tinggi O-tinggi P ) = d + r
3. Melalui O buat garis menyudut sebesar dip terhadap garis sejajar OZ yang melalui O. Hati- hati cara mengeplot. Garis tersebut memotong garis OZ di titik A. Kerjakan dengan cara yang sama untuk titip P, buat garis menyudut melalui P hingg memotong ZP dititk B
4. Hubungkan titik A dan B yang merupakan jurus lapisan yang di cari
5. Buat garis tegak lurus garis AB melalui Z, memotong di titik Q. Buat garis sejajar AB melalui O, plotkan titik S pada garis tersebut yang berjarak r dan Q
6. Hubungkan S dan Q. Maka sudut SQQ adalah true dip yang dicari. Mencari true dip bisa juga dari P, dengan jarak titik P sebesar r.


















BAB IV
SOAL DAN PENYELESAIAN

IV.1 Soal
TUGAS PRAKTIKUM GEOLOGI STRUKTUR ACARA 1: MENENTUKAN JURUS DAN KEMIRINGAN STRUKTUR BIDANG DARI DUA BUAH KEMIRINGAN SEMU.
1. Pada lokasi A diukur dua kemiringan semu, masing – masing pada arah N29oE/59o dan pada arah N299oE/29o.
Tentukan jurus dan kemiringan bidang yang sesungguhnya!
2. Pada lokasi B diukur dua kemiringan semu, masing – masing pada arah N79oE/49o dan pada arah N159oE/59o.
Tentukan jurus dan kemiringan bidang yang sesungguhnya!
3. Pada lokasi C dengan ketinggian 500m dpl diukur kemiringan semu 39o pada arah N129oE dan pada lokasi D dengan ketinggian 350m dpl diukur kemiringan semu 29o pada arah N59oE. Lokasi D berada N30oE dari lokasi C dengan jarak 300m.
Tentukan jurus dan kemiringan bidang sesungguhnya! (rekonstruksi cara 1 dan cara 2, serta diagram blok).
4. Lokasi O dengan ketinggian 370m dpl diukur kemiringan semu 25o pada arah N299oE dan lokasi P dengan ketinggian 280m dpl diukur kemiringan semu 30o pada arah N39oE. Lokasi P berada N25oE dari O dengan jarak 299m.
Tentukan jurus dan kemiringan bidang sesungguhnya! (rekonstruksi cara 1 dan cara 2, serta diagram blok).



IV.2 Penyelesaian




























DAFTAR PUSTAKA

Vanadia.2007.Kumpulan Diktat Praktikum Geologi Struktur. Semarang : Universitas Diponegoro.
Microsoft student with encarta premium 2008/ geology_structure.
Rachwibowo,Prakosa.2006.Panduan Praktikum Geologi Fisik Dan Dinamik. Universitas Diponegoro : Semarang.
www.wikipedia.org/geology_structure.
www.aryadhani.blogspot.com.

Tidak ada komentar: